Tuesday, September 19, 2017

Cegah Kanker Serviks Lebih Dini, Yuk Ajak Anak Anda Imunisasi HPV

Apa itu Kanker Serviks
Siapa sih yang gak kenal artis Julia Peres alias Jupe yang didiagnosis dokter mengalami kanker serviks. Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana cara mencegah kanker serviks dengan imunisasi. 

Kanker serviks merupakan kanker di area leher rahim dimana pada tahap awal biasanya tidak bergejala. Namun jika mulai berkembang, kanker serviks mulai mengeluarkan gejala antara lain berdarah setiap selesai berhubungan seks atau perdarahan di luar jadwal menstruasi. Untuk memastikannya, harus dilakukan pemeriksaan IVA. Nah, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyerang 330.000 wanita, ditunjang data dari WHO dimana 2 dari 10.000 wanita di Indonesia menderita kanker cerviks dan diperkirakan 26 wanita meninggal setiap harinya karena kanker cerviks. Untuk mencegah kanker serviks, salah satunya adalah dengan pemberian imunisasi HPV. 


Gambar terkait





Apa sih itu HPV
Human Papiloma Virus (HPV) merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit kanker serviks. Jenis HPV yang 70% menyebabkan kanker serviks ini adalah HPV tipe 16 dan 18. Banyak wanita yang tidak menyadari telah terinfeksi karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. 

Kenapa Harus Imunisasi HPV
Vaksin HPV ini. Berdasarkan data WHO per Septembmer 2016 menunjukkan saat ini baru 67 dari 194 negara di dunia yang sudah melakukan imunisasi HPV.  Imunisasi HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks dimana tingkat keberhasilannya dapat mencapai 100% jika diberikan dua kali pada kelompok umur wanita yang belum pernah terinfeksi HPV aitu pada populasi anak perempuan 9-13 tahun yang merupakan usia SD (Sekolah Dasar). Nah, tidak perlu khawatir jika wanita yang aktif secara seksual ingin melakukan HPV. Diperbolehkan tetapi harus dilakukan pemeriksaan papsmear terlebih dahulu untuk menentukan leher rahimnya aman tidak ada peradangan maupun keganasan. Jika dokter kandungan berkata aman maka vaksin HPV bisa diberikan.


gambar dari sini


Pelaksanaan Imunisasi HPV di Indonesia

Nantinya vaksin HPV ini akan dijadikan salah satu vaksin program nasional. Untuk 2017, vaksin HPV ini akan diberikan kepada anak perempuan kelas 5 (dosis pertama) dan kelas 6 (dosis kedua) di SD/MI/Sederajat baik negeri maupun swasta melalui BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah). Bulan Oktober 2017 akan dilaksanakan serentak di DIY Yogyakarta khusus Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul.


Jenis Vaksinnya Apa Aja
Vaksin HPV banyak jenisnya namun yang biasa digunakan adalah vaksin gardasil dan 
Vaksin gardasil diproduksi oleh Merck Co inc dan disebut sebagai quadrivalent karena berfungsi melindungi terhadap 4 jenis HPV yaitu HPV tipe 6,11,16,dan 18. Vaksin ini diberikan melalui serangkaian tiga suntikan dalam jaringan otot selama 6 bulan. FDA telah menyetujui vaksin ini digunakan untuk perempuan sebagai pencegahan kanker serviks, vulva, dan kanker vagina yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18. Vaksin ini juga dapat digunakan untuk laki-laki sebagai pencegahan kanker dubur dan lesi pra kanker dubur yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Vaksin ini efektif jika diberikan pada usia 9-26 tahun
Vaksin cervarik diproduksi oleh GlaxoSmithKline (GSK) dan sering disebut bivalen karena targetnya hanya HPV tipe 16 dan 18. Vaksin ini diberikan dalam tiga dosis selama 6 bulan. Efektif jika diberikan apda perempuan usia 9-25 tahun untuk pencegahan kanker serviks yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. 
Kedua vaksin di atas diberikan selama tiga dosis secara injeksi intramuskular (suntikan ke jaringan otot) yaitu pemberian pertama (bulan 0), pemberian kedua (1 bulan setelah yang pertama), dan pemberian ketiga (bulan ke-6 dari pemberian pertama). 

Gambar terkait


Aman Gak Ya
Vaksin HPV sudah beredar sejak tahun 2006 dan lebih dari 200 juta dosis vaksin HPV telah dipakai di seluruh dunia. WHO juga telah merekomendasikan supaya HPV masuk dalam program imunisasi nasional. Badan keamanan vaksin WHO bernama Global Advisory Comittee on Vaccine Safety (GAVCS) telah mengumpulkan data dari tahun 2006, tahun pertama kali HPV diluncurkan sampai dengan tahun 2014 dan menyatakan tidak menemukan isu keamanan terkait HPV. Alias HPV bisa dikatakan aman. Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika yang memantau keamanan paska lisensi HPV hingga 2013 juga tidak menemukan masalah keamanan pada vaksin HPV dan tetap merekomendasikan HPV digunakan sebagai vaksin rutin. 

Efek Sampingnya Apa Dok
Penyuntikan HPV biasanya dilakukan di lengan baik kiri maupun kanan secara intramuskular bergantian dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan paska penyuntikan baik karena rasa sakit maupun bengkak di bekas suntikan.Efek samping lain yang tidak terlalu sering bisa demam, sakit kepala, mual, hingga ruam merah gatal di lokasi penyuntikan. Efek yang sangat jarang adalah terjadinya reaksi anafilatik dimana memicu reaksi alergi yang parah sampai terjadinya gagal napas. 

Nah tunggu apalagi, jangan ragu untuk memastikan anak perempuan anda yang kelas 5 SD di Gunung Kidul dan Kulon Progo mendapatkan vaksin HPV ini yak. Jika anda berada di luar duakabupaten itu, boleh juga untuk vaksin HPV namun dengan pembiayaan mandiri. 


gambar dari sini

Salam sehat
dr.avis

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...