Saturday, February 27, 2016

Tips Sekeluarga LOLOS LPDP

Rasanya sedikit aneh ketika kembali menulis setelah hampir 9 bulan lebih tidak menulis resmi di blog sendiri. Kali ini masih berhubungan dengan LPDP yang sudah ramai karena makin banyak sejawat dokter yang diterima dan mendapatkan kesempatan menjadi DOKTER SPESIALIS lewat LPDP. Selamat untuk yang sudah diterima dan jangan putus asa untuk yang belum lolos karena saya pun pernah mengalaminya.


Kegagalan di satu pintu bukan berarti tidak ada pintu lain yang terbuka, selalu optimis. 


Kami tunggu di UGM ya kawan bareng LPDP

Selalu Optimis
Ini prinsip untuk kita semua bisa bertahan dari berbagai macam permasalahan. Sama halnya ketika saya mendukung adik saya untuk ikut serta LPDP dan di tahap pertama kalinya dia ikut, dia gagal di tahapan wawancara. Setelahnya, bukan hal mudah untuk memberi semangat agar coba lagi. Apalagi sama dengan saya, LPDP bukan beasiswa pertama yang kami kejar. Kami berdua adalah para pemburu beasiswa. Dan kami berulang kali gagal. Berulang kali mengabarkan kegagalan satu sama lain karena adik saya di Jakarta sementara saat itu masih di Papua.

Bagi yang pernah gagal, mari TOSS dulu. Gagal sekali di beasiswa mungkin hal biasa. Namun kalau gagalnya berkali-kali sampai orang-orang di sekitar kita mulai mencibir, menumbuhkan rasa ketidakpercayaan diri, bahkan ikut lelah. Padahal kalau dipikir yang paling lelah dan mengikuti semua jalannya beasiswa dari mulai belajar bahasa Inggris memperbaiki TOEFL, IELTS, dan beragam persayaratan lainnya adalah kita, Yup kita para Pemburu Beasiswa. Kalau dipikir lagi, orang lain hanya ikut mendoakan saja kok lelah, aneh toh. Tapi semua itu sudah kita alami bersama. Dan percayalah, akhirnya hanya kepada KELUARGAlah tempat setulus-tulusnya doa terpancar. Saya dan adik saya mengalaminya. Sebut saja berbagai beasiswa master khusus sudah kami coba, dan memang gagal, atau kalaupun nyrempet lagi-lagi hanya sampai batas wawancara.

Apakah kami lelah? IYA, karena bohong rasanya kalau semua pengorbanan lintas pulau itu tidak melelahkan. Kami manusia biasa punya keterbatasan berapa kali kami harus mencoba hingga titik darah penghabisan.

Apakah kami menyerah? TIDAK. Yah, saya dan adik saya selalu berbagi informasi beasiswa apapun itu. Karena jurusan kami berbeda, dia urusan hukum dan keuangan sementara saya kedokteran, maka lewat berbagai link yang kami milikilah informasi-informasi beasiswa itu kami bagi.

Hingga akhirnya saya ada pada percabangan mengambil beasiswa Master di luar negeri atau melanjutkan beasiswa dokter spesialis. Yup, ketika berulang kali saya gagal dan ditolak, pada saat bersamaan saya diterima di tempat-tempat bergengsi. Hingga akhirnya saya meyakinkan diri untuk menjadi dokter spesialis anak terlebih dahulu, mimpi untuk mengambil master atau mungkin nanti PhD di luar negeri belumlah mati, saya tetap menjadi Pemburu Beasiswa.

Lalu bagaimana dengan adik saya yang tingkat kegagalan dan ditolak beasiswa lebih banyak dari saya (*ups...). Saya tetap memintanya untuk mencoba kembali LPDP. Karena LPDP memberikan kesempatan maksimal DUA KALI HINGGA MASUK WAWANCARA. Tapi bukan hal mudah mengobati rasa lelah dengan optimisme untuk tetap berusaha mencoba. Jika saya berhasil menginspirasi orang di luar sana untuk akhirnya mendaftar LPDP, saya pernah  mengalami kegagalan untuk meminta adik saya mencoba lagi LPDP.

Jangan Menyerah
Hanya itu yang saya katakan pada adik saya karena boleh jadi ketika dia menyerah sebenarnya dia menyerah pada pintu yang sudah terbuka. Yup, PINTU BEASISWA itu sudah terbuka dan ditakdirkan untuk kita tapi ketika kita menyerah artinya kita tidak menjalani proses membuka pintu itu. Kapan kita tahu pintu terbuka? Kita tidak pernah tahu JIKA TIDAK MENCOBA lagi. Serius kawan, semua hal untuk dapat kita katakan sebagai TAKDIR adalah ketika kita menjalani prosesnya dan mencobanya lagi.

Adik saya pun mencoba lagi LPDP ke-2 kalinya, dengan persiapan lebih matang hingga latihan wawancara padahal saat itu masih babak penyisihan berkas saja. Pikiran kita harus visioner, saya katakan pasti kali ini wajib tembus sampai wawancara lagi dan kita selesaikan wawancara dengan hasil LULUS. Dan itu terjadi kawan. Saya orang yang paling bahagia ketika nama adik saya muncul kembali pada pengumuman lulus ke tahap wawancara LPDP. Dan hingga akhirnya lolos dan berhak mengikuti pelatihan LPDP

LPDP-PK21 dan PK50
Uniknya LPDP yang tidak ada di beasiswa lain adalah komunitas pelatihan terbesar yang sampai detik ini sudah melahirkan hampir 4000 anak bangsa yang disekolahkan di seluruh penjuru dunia. Pelatihan yang bernama PK ini dapat mengubah hidup banyak orang dan tentu saja, ada yang ketemu jodohnya juga di sini :)

Adik saya lolos dan masuk dalam PK50 sementara saya yang tahun lalu masih di PK21. Lucunya, kami berdua sama-sama menimbulkan kesan untuk PK kami. Adik saya dapat penghargaan sebagai peserta TERUNIK sementara saya dulu dapat sebagai peserta TERKREATIF. Adik saya muncul sebagai MC dan juga naik panggung stand up comedy sementara saya di belakang layar ludruk dan manggung sebagai emak pantun. Kami berdua sebenarnya mau menjadi pendiam saat PK tapi kami gagal karena sifat alamiah kami yang selalu ramai muncul kembali. Kami berdua tidak pernah menyangka keluarga besar LPDP akan memberikan apresiasi besar. Dan yang lebih tidak disangka adalah banyak yang tidak tahu bahkan ketika tahu kami bersaudarapun, mereka tidak percaya kami sedarah kandung. Yup, FATIHATUL ALIMAH adalah adik saya.

Kami beruntung bahwa kegagalan-kegagalan kami sebelumnya ternyata karena kami DITAKDIRKAN bersama LPDP. Kami besar di LPDP dan membesarkan LPDP bersama-sama. Bergabung dalam keluarga besar LPDP yang luar biasa. Bertemu banyak awardee yang hebat dan membumi.

Berbeda PK pun ketika mengetahui aksesoris LPDP yang dipakai kami bisa langsung nyambung. Tuh, terbukti PK satu minggu merekatkan hubungan hingga jiwa raga. Terima kasih Pak Kamil yang selalu setia menggembleng kami di PK.

Tulisan ini memang khusus saya dedikasikan untuk adik saya yang telah banyak menginsipirasi dan mendukung saya sampai detik ini. Tuk keluarga besar PK21 dan PK50 yang tentunya ada di bawah asuhan LPDP, terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kami. Untuk para pengelola LPDP yang luar biasa membimbing kami, thanks a lot. Semoga kesehatan selalu tercurah karena sekarang Awardee LPDP makin buanyak. Seperti pesan di PK, mari sama-sama kita wujudkan target 10 RIBU anak bangsa yang sekolah melalui LPDP.

So, tipsnya cuma dua: SELALU OPTIMIS dan JANGAN MENYERAH.

Karena pada akhirnya takdir berkata bahwa kami menyelesaikan S1 kami di Universitas Jenderal Soedirman (Purwokerto) yang namanya bersemanding abadi dengan nama Facebook saya Avis Unsoed I dan Avis Unsoed II (saya sulit mengubahnya dengan yang lain). Lalu takdir sedang menunggu kami lulus dokter spesialis dan master dari UGM. Semuanya itu tidak mungkin terwujud tanpa doa Papa Mama kami, Bapak Ibu Mertua, dan Adik-Adik dan Ipar saya lainnya yang sebentar lagi akan menyusul kembali di LPDP.

Tip lain khusus yang pengin jadi dokter spesialis ada di sini, ada juga contoh essay, yang pengen ikutan jadi dokter anak di UGM ada disini dan disana. Yang masih SMA dan pengen jadi dokter bisa belajar tipsnya disini.


SEMANGAT
Avis




Officialnya PK50 di sini
PK21 La Galigo ...lihatlah yang lain mingkem dan senyum cantik, adek saya mangap sendiri :)
bersama sang fenomenal Pak Kamil PK (di tengah) dan adik saya (jilbab hijau
   Tas dan atribut lain yang makin banyak saya lihat bersliweran di Sardjito Hospital, UGM karena makin banyak sejawat yang lolos di sini bersama LPDP. Buku tiap angkatan PK LPDP (PK50) 





Kegiatan paska LPDP sekarang makin keren dan turun langsung di masyarakat. 
Mantap Bale Sinau PK50 (adik saya)





Selamat datang LPDP PK50 di Yogya tercinta


Suatu kehormatan bisa hadir di acara pernikahan Eldo LPDP PK21 

Yuk mari mengingat kenangan indah di PK21 yang sampai sekarang masih bisa bikin senyum-senyum sendiri. Jarak Papua Jakarta tidak terasa berat ketika entah berapa kali saya bolak balik demi bergabung bersama keluarga LPDP yang luar biasa. Mungkin saat membaca ini para sahabat saya PK21 tersebar di berbagai penjuru dunia. Semoga kita bisa ketemu lagi memeriahkan LPDP di kala lulus nanti bersama PK lainnya. Saya masih siap jadi Ibu Sutradara juga jadi Emak :) 


Malam gladi resik dimana kami mau manggung di Ultah ke-3 LPDP. Kami datang dari berbagai kota (Lombok, Papua, Bandung, Yogya, Surabaya, Bogor) menuju Jakarta untuk memberikan ludruk fenomenal full pantun


Gini-gini yang maju manggung para calon dokter spesialis dan master 


Nebeng paska manggung
Kangen bikin kehobahan lagi...


Tertawa bahagia paska manggung

Di balik layar heboh sebelum manggung, colek mba Triana Doktoral yg lagi pegang tisu


Hotel yang jadi saksi kehebohan kami membuat properti 
Merindu masa dimana kita semua bisa membuat orang lain tertawa terbahak-bahak melupakan sejenak beban pikiran mereka


Lorong hotel yang dalam semalam berubah menjadi panggung teater kami
Saya jadi mbok jadi, jadi Mbok Mar dan itu benaran bawa jamu 


Keluarga PK21, ini tim saya dulu, yang sekarang udah nyebar semua ke Jepang, Amrik ampe Lombok


Ternyata masih ada jepretan ketika mendapat apresiasi di LPDP PK21
Kangen bisa bikin Pak Eko tertawa sampai berurai air mata karena pantun dan ludruk Pk21






8 comments:

  1. ohemji maakkkk.... ternyataahhh adekmu diterima lpdp.. alhamdulilaahhh..!!
    jadi penasaran saking miripnya.. pankapan kenalkan dirikuuhh yaahh
    jumpa lagi di jogja maakkk..

    tetep sehat! :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ilmiiii marii emak menantimu balik yogya. di aussie apa kbar.musim apa neh

      Delete
  2. Hallo mbak. Ceritanya keren. Kunjungi blog saya juga ya : http://blog.masrista.com

    Sy awardee lpdp angkatan 52

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pk52 keren2....blognya jg keren mb. salam kenal y

      Delete
  3. Mbk,kan adiknya sempat gak diterima,tz untk mengisi kgiatan krn blum diterima kira2 apa y?soalnya sya juga bgung nanti ngisi vacum

    ReplyDelete
  4. duh, sambil baca aku sambil berdoa agar anakku juga lolos LPDP... karena tahun ini dia mencoba untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pernah gagal satu kali tahun lalu

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...