Tuesday, August 15, 2023

UJIAN IBCLC SEPERTI APA? (Part 8)

Kita akhirnya sampai di materi paling ditunggu-tunggu. Sebenarnya ujian IBCLC itu seperti apa sih tipe soalnya. Kok banyak yang bilang tricky alias semua jawaban dirasa benar dan disuruh mencari yang paling benar. Yah, gosip itu adalah benar. 


Ujian nyata IBCLC berlangsung total 4jam. 

Di part 1 akan ada sekitaran 100an soal (ini bisa lebih bisa kurang ya, tahun saya hampir 99an sekian-tepatnya lupa yah-maaf-). Part 1 ini isinya kalimat semua tanpa gambar. Jadi pertanyaannya bisa apa saja yang tidak melibatkan gambar. Semua yang ada di outline ibclc keluar hanya saja persenannya kemana saja yang dari tahun ke tahun berubah-ubah. Itu beneran dok sebanyak dan sedetail yang ada di outline? Yah, itu benar. Sehingga suka gak suka kita memang harus menyesuaikan diri semua materi dalam outline itu. Minimal kita pernah baca atau tahu.




Part 1 ini karena tidak ada aturan menjawab salah mengurangi skor maka saran saya semuanya dijawab. Pertanyaan yang kita yakin jawabannya tidak perlu ditandai tuk kembali dilihat. Cukup tandai pertanyaan yang memang ragu-ragu tapi di awalan tetap dijawab dulu, baru saat akan mengakhiri part 1 kembali ke pertanyaan yang ditandai tadi. 


Dok, kalau banyak ragunya gimana? Well, percayalah saat ujian nanti godaan itu akan nyata membuat kita ragu karena terasa semua jawaban adalah benar. Berpikirlah yang diminta adalah yang paling benar, walaupun jawabannya terasa aneh. 

Jika kita sudah sangat yakin di jawaban pertama saat mengerjakan soal, biasanya itu memang jawaban yang berdasarkan intuisi banyak benarnya.

Saat mengerjakan soal, sebaiknya lepaskan gelar-gelar yang kita punya sebelum ini misal bidan, perawat, dokter atau dokter anak, dokter kandungan dll. Posisikan kita sebagai konselor laktasi, orang awam murni yang tidak berkompetensi dalam memberikan obat-obatan jadi wewenang yang dimiliki adalah me-refer ke praktisi yang lebih punya wewenang. Jika jubah ini tidak dilepas, suka mengecoh dan bikin jawaban salah. 

Dari part 1 ini soal-soal dengan pola yang punya jawaban pasti-pasti alias tidak ambigu itu banyak yak. Jadi sebenarnya bisa mendulang skor di sini. Misalnya saja soal-soal yang berbentuk teori ya, bisa saja kandungan asi, pengaruh jenis KB ato kontrasepsi, obat-obatan, rokok, alkohol, jaundice, ASIP frozen, kapan bayi bisa sucking, swallow, breathing dengan baik, KMC, asi merah atau darah, galaktore, vaksin, ibu yang sedang kemoterapi, tandem nursing, enzim-enzim, suplementasi besi, tipe-tipe operasi payudara dan jaringan yang dirusak, dll. Berbagai jenis model soal dengan jawaban pasti bisa dari model-model demikian. Jadi minimal punya baseline pengetahuan yang ada di outline akan sangat membantu. 


Jika sudah yakin dengan PART 1 maka tidak perlu lama-lama, kirim dan setelah itu bisa istrirahat. Ketika klik kirim kita tidak bisa lagi ngerjain ulang yang di part 1 yah. Wajib MOVE ON ke part 2 yang isinya SOAL BERGAMBAR 


Jumlah part 2 hampir 100an juga. Jadi tota 4 jam kita hampir mengerjakan 200an soal ya kawan. Soal jenis cerita panjang juga ada di akhir soal part 2 ini. Biasanya lebih mudah di soal jenis cerita jika kita punya waktu cukup alias tidak kehabisan waktu yak. Karena 1 soal cerita panjang bisa 3-4 pertanyaan yang jawabannya PASTI ada dalam cerita. Dalam soal cerita ini bisa banget kita cari POIN alias WAJIB benar semua.


Menurut saya soal yang paling tricky dari ibclc ini ada di soal bergambar. Jadi ingat jangan habiskan waktu lama-lama di part 1 karena masih akan ada part 2 yang lebih membutuhkan analisis. 


Cuma gambar aja kok butuh mikir sih dok? Nah sayangnya tuk ujian IBCLC memang begitulah soal gambar. Kita wajib melihat gambar dalam banyak persepsi alias sudut pandang dan bertanya-tanya jawaban apa yang dimau panitia karena di soal bergambar ini "hampir rasa-rasa jawaban benar semua". Perasaan galauanya lebih kuat daripada soal part 1 (ingat, sekali lagi ini versi saya yah). 


Dari sekian banyak soal gambar, saya ingat ada 1 (bayangkan hanya 1) yang sama persis dengan gambar di atlas breastfeeding. Selebihnya, gambar-gambar lain yang muncul saya baru pernah lihat. Tapi secara maksud dan artian pernah muncul di soal-soal linda/ler yang pernah dipelajari. Misal aja soal perkembangan bayi, soal area-area mulut dari tounge tie, jamur, bayi tandem nursing, abses beraneka rupa dari yang belum dioperasi sampai dioperasi ada kassa, jenis asi perah aneka rupa, feses yang menggalaukan, sns, maupun foto dari aneka ras termasuk afrika, cina, dll. 


Tip mengerjakan soal gambar, fokus aja sama jawaban yang diminta tanpa berlama-lama memandangi gambar sampai berasumsi yang tidak ada di soal. Asumsi itu suka muncul misal saat lihat gambar kita ngobrol sama otak kita mungkin ini bayi kecil, oh mungkin ini ibunya gini gini. Padahal itu semua secara gambar tidak terlihat demikian. Memasukkan asumsi sering kali bikin jawaban kita meleset dari yang dimau. Walaupun saat saya kelar ujian dan ngobrol ama teman lain membahas soal bergambar, alasan-alasan dari jawaban mereka masuk akan semua dan kita semua sampai detik ini tidak yakin jawaban apa yang dimau panitia. At least, mengurangi asumsi akan membantu lebih fair memandang soal. 


Demikianlah 200an soal bertabur selama 4 jam yang kalau dipikir-pikir lagi saat ini, kok bisa yah itu semua sudah terlewati. Sabar, sebentar lagi kalian akan melewati itu dan jangan ragu tuk share tip and trik ke saya supaya bisa saya bantu sebarkan ke sesama rekan yang lagi berjuang tuk gelar IBCLC. 

Tips terakhir, selesai ujian akan banyak hal bergelayut di kepala, lupakan, pasrahkan dan enjoy 12 minggu penantian dengan menyibukkan diri di hal lain supaya gak kepikiran IBCLC melulu. Karena ternyata yang lebih mendebarkan dari sekadar ujian adalah penantian super lama terhadap hasil ujian. 


Semoga sukses yak!

Salam 

Avis

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...