Thursday, November 12, 2020

ABOUT ME DO NOT PUBLISH

Welcome. Terima kasih sudah mampir ke blog saya ini. Saya Avis, dokter anak dari UGM (2020), suka nulis dan jalan-jalan. Penerima beasiswa LPDP Dokter Spesialis Angkatan 1. Lapak tulisan ada di Kompasiana, Hipwee, Selasar dan lain-lain. Butuh tanya-tanya atau mau diendorse buku atau essay LPDPnya, silakan email ke avisdokter@gmail.com

Tuesday, September 22, 2020

Jangan Panik jika Anak Kejang Demam

 


“Dok...anak saya kejang” seorang ibu tergopoh-gopoh membawa anaknya umur dua tahun paska kejang di rumah. Tampak ada bekas hitam kopi di bibirnya dan kekuningan di dahinya. Saat diukur suhu tubuhnya 38 derajat celcius.

 

Pernahkah anak anda kejang atau step saat demam tinggi? Tentunya sebagai orang tua anda akan panik dan segera mendekap anak anda, berharap kejang akan berhenti. Kejang selalu menjadi momok menakutkan bagi orang tua apalagi jika itu pertama kalinya melihat anak kejang. Berbagai mitos seperti diberi kopi maupun dibalur beraneka rupa herbal dipercaya dapat mengurangi kejang, padahal tidak benar. Kejang demam pun sering disalahartikan sebagai epilepsi padahal bukan. 


Apa itu kejang demam

Kejang demam merupakan kejang yang murni karena demam di atas >38 derajat Celcius dan bukan karena infeksi otak. Kejang demam sering dijumpai dan terjadi pada 2-5% anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun.  Puncaknya terjadi pada usia 18 bulan dan menurun kejadiannya pada anak di atas 3 tahun. Namun jika sebelumnya ada kejang tanpa demam maka kondisi sekarang tidak dapat dikategorikan sebagai kejang demam.

Thursday, April 30, 2020

Cara Membuat STR Dokter Spesialis

Selamat sudah sampai di tahap ini, artinya para TS (teman sejawat) semua sudah one step closer untuk berpraktek. Sebenarnya cara membuat STR ini (setelah dijalani) keseluruhan proses onlinenya sangat mudah, namun tetap saja di awal-awal bingung mau mulai dari mana dulu.
Ini adalah panduan dari KKI versi lengkap namun jika anda tidak punya cukup waktu banyak untuk membacanya, mari saya ringkaskan di tulisan ini.  Semua dilakukan dengan cara ONLINE dan gak pakai ngirim-ngirim dokumen via pos lagi.











Monday, December 10, 2018

Hampir Sampai Di Ujung Jalan

Ibaratnya orang ikut marathon, sedikit lagi adalah kata yang tepat jika setelah berlari jauh lalu kamu dapat melihat garis finish. Iyah, sedikit lagi itu patokannya jelas dimana kamu bisa melihat tujuan akhir yang ingin diraih. Dalam hal ini kalau orang sekolah ya tujuannya lulus, jelas dan dapat diukur. Perkara ada hambatan di tengah jalan, ya wajar. Ibarat marathon di tengah jalan terasa terengah-engah itu wajar, rasa ingin menyerah atau berhenti saja juga wajar. Hal manusiawi karena sejatinya kami ini memang lemah. Bangkit lagi adalah yang membedakan dengan pecundang. Menyelesaikan apa yang sudah kami mulai. 


Melewati masa pelatihan LPDP-PPDS Angkatan Pertama, demi kuliah PPDS dengan beasiswa

Memberikan yang Terbaik, Itulah Balas Jasa Kami untuk Guru Kami

Memberikan yang TERBAIK, itulah kami.

Dari awal kami masuk, kami menjalani berbagai rangkaian ujian yang tidak mudah. Ujian bahkan sudah dimulai dari sebelum kami memutuskan untuk memilih UGM.  Hingga tahap demi tahap ujian tulis, jurnal, kesehatan, anamnesis,pemeriksaan fisik dan wawancara terlampai dan nama kami berada di sana, yah di Pengumuman Kelulusan Residen Baru.


dr.Riyu dan dr.Nadia masuk dalam peringkat lima besar Ujian Nasional 2017

Welcome Residen Anak TIGA Angkatan (Jan 2018, Juli 2018 dan Januari 2019)

Wow....saya baru sadar terakhir posting november 2017, lebih dari setahun yang lalu. Artinya saat ini sudah ada dua batch residen anak yang baru neh. Angkatan Juli 2018 dan Januari 2019. Cool....Selamat yak. Diterima residensi hanya langkah awal saja, masih ada ratusan bahkan ribuan langkah lagi tuk keluar dengan gelar spesialis anak (semoga tepat waktu).


Semoga betah yak, saling bahu membahu sesama teman seangkatan supaya beban di pundak berkurang. Kalau lelah fisik, wajar karena masih junior. Nanti makin naik tingkatan makin berkurang lelah fisiknya, digantikan lelah mental. Tapi seru sih, punya keluarga baru. Kalau lelah sudah tidak tertahankan, back to real families biasanya bisa jadi booster. Eit, para jomblo jangan khawatir karena sekolah bisa mendekatkan diri pada jodoh loh (bisa menjauhkan juga). Mari kita bahas yang positif aja ketika sekolah malah nemu jodoh. Banyak juga loh yang cinlok (biar makin semangat). Jadi bisa aja ntar pas lulus yang awalnya jomblo udah ditemenin suami atau malah anak (saya tunjuk jari).  Atau yang tadinya masih punya anak satu eh taunya pas lulusan udah nambah lagi. Seru kan...produktif gitu, mengejar dunia akhirat.

Nah ini dia residen anak angkatan Januari 2018. Alhamdulillah sudah ketemu yak. Sekarang malah mereka udah jadi madya loh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...