Sunday, November 7, 2021

Resensi Buku: Bagaimana Ngajarin Anak Kalau Bapak Ibunya "Sekolah"?

Bagi yang pernah berjuang di bangku “kuliah” sambil hamil, melahirkan, menyusui pasti bisa menjawab pertanyaan di atas. Jelas saja, anak yang tumbuh dalam rahim mamanya yang sedang menuntut ilmu akan terbiasa dengan belajar sepanjang hayat.  Buku parenting tulisan Ario Muhammad ini melukiskan jawaban dari pertanyaan di atas, bedanya kedua orang tua si anak sedang belajar di bangku S3 di UK. 



Sebelumnya, saya angkat topi kepada para PhD yang telah berhasil melalui segala aral melintang dunia doctoral yang pastinya tidak mudah. Saya sudah menjalani 4-5 tahun dunia residensi, spesialiasi sekaligus S2 bersamaan di universitas dalam negeri.  Saya mengakui S3 di luar negeri membutuhkan mental baja. Perut saya sering mulas ketika melihat rekan saya yang sedang S3 berjibaku dengan tumpukan paper.  Keingingan untuk bisa terus belajar sampai di tingkat PhD masih saya pupuk sebagai bentuk belajar sepanjang hayat.  

Friday, November 5, 2021

Lahiran Lagi Saat Covad-Covid




Wah dokter hamil lagi ya
Wah kapan lahiran lagi, Dok?
Wah seru ya kalau Salma punya adek
Pasti nanti anak keduanya kriwil juga 

Baiklah, pertanyaan di atas saya amini dulu. Saat ini biarkan saya bersayang-sayangan bersama anak semata wayang sambil menikmati proses lahiran yang menyenangkan. 

Sunday, October 17, 2021

Hidup di Negeri Asing belum Tentu Enak

Opini Cerpen Rilda A. Oe. Taneko "Antara Den Haag dan Delf


 

Apa artinya kesepian walau tinggal di negara serba makmur? Kita dibawa oleh Rilda untuk memahami kerinduan mendalam seroang lelaki tua di negara asing melalui gerbang Halim. Siapa yang mengira kakek ini dulunya seorang professional muda di Indonesia yang mendapat banyak pujian sampai akhirnya dia menerima beasiswa melanjutkan pendidikan di negara kincir angin.  Namun semua tidak seindah yang dibayangkan. Dia seringkali hidup menjadi tunawisma dan mendapat suaka jaminan dari pemerintah. Hal yang menyakitkan karena diangggap benalu di negeri asing, si kakek terus saja mencari pekerjaan sesuai dengan kemampuannya. Dia sering kali mengikuti pelatihan dari Bahasa maupun servis apapun supaya dia tetap bertahan di negara itu. Bukan tidak ingin pulang, dia sudah sering kali menabung dikit demi sedikit namun selalu terpakai. 

 

“Banyak orang yang kembali pulang. Tapi tak semua orang yang pergi dapat kembali. Macam-macam alasan yang menahan mereka. Ada yang memang berniat menetap di negara ini, yang ditawari pekerjaan, jatuh cinta dengan penduduk lokal lalu tinggal, ada yang ilegal, ada juga, yang tertahan pulang, seperti saya sendiri.” Rilda menceritakan sisi juang WNI di negara asing dengan sudut pandang berbeda yang berakhir twist plot. Si Pemuda bernama Ito yang mendengarkan cerita kakek selama di perjalanan juga mengalami hal sama. Tidak dijelaskan mengapa ia ikut terperangkap di negara itu dan bekerja serabutan. Bahkan pekerjaan menggosok WC pun tetap dia lakukan demi tetap bertahan.  

 


#KelasCerpenPadmedia

#Batch6

Friday, July 2, 2021

Kesendirian

Apa yang bisa membunuh orang secara perlahan

Kesendirian...yah itu jawabannya


Ya hidup tanpa ada yang menemani, tanpa ada anak di samping kanan kiri, tanpa ada seseorang yang mendengarkan keluh kesah. Kesendirian itu akan membunuhl, pelan tapi pasti. Bahkan banyaknya harta yang terkumpul tidak akan mampu mengobati kesendirian itu. 


Begitulah, Mba Wina memulai cerpen Pengakuan Rusmini, menceritakan kesendirian dari sosok wanita sukses. Tentu saja bisa dikatakan sukses jika dia berhasil melahirkan 3 anak yang hidup sukses bukan


Namun, hidup ditemani kucing dan hanya sesekali anak cucunya datang menjenguk, jelas itu membosankan untuk wanita yang menginjak usia 67 tahun. Bahkan setelah semua hidup di masa lalunya dia gunakan untuk membesarkan anak-anaknya dan membuat mereka menjadi "orang", apa yang dia dapat sekarang. Anaknya sudah sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing, dan hanya beberapa kali dalam setahun mereka ingat keberadaan ibu tua mereka ini. Mau apalagi?


Benar kata pepatah, kasih ibu sepanjang masa namun apalah dibandingkan kasih anak yang sepenggalan. Ketika mereka punya kehidupan sendiri-sendiri tentu saja mereka akan mengutamakan keluarga mereka dibandingkan ibu, orang yang melahirkan mereka dulu


Dan tentu saja seperti khas dari gaya menulis Mba Wina, cerpen ini penuh misteri termasuk siapa sebenarnya ayah kandung dari ketiga anak Rusmini. Plot twist yang mendebarkan seperti biasa. Namun, hal utama yang membuat saya meringis tentu saja kesendirian itu, apakah ada jaminan ketika saya menua nanti, anak-anak saya akan mengingat saja, mengusir kesendirian itu sendiri. 


#Batch5PadMedia

#MenulisCerpen

Saturday, April 24, 2021

Lelaki Berbulu



Lelaki berbulu karya Wina Bojonegoro asli monggo klik ini


Aku kembali berdetak, kali ini tidak sendiri. Seorang lelaki bersama istrinya di kursi roda ikut mengiringi tugas rutinku berdetak. Tampak wanita berbaju merah duduk berseberangan. Kuperhatikan matanya tak lepas dari jambang dan bulu dada si lelaki. Mungkin dia tadi terkesima melihat ada lelaki berbulu yang setiap hari mau mendorong kursi roda sekadar mencari sinar mentari untuk istrinya. Ah, tapi aku salah sepertinya. Wanita tadi menunggu cemas ketika si lelaki tak lagi datang, padahal hanya terlambat 10 menit dari waktu biasanya, tentu aku ingat karena aku pencatatnya. 

Sunday, April 11, 2021

Begini Seharusnya Plot Twist Kota Kenangan

Kota Kenangan, begitu Mba Wina Bojonegoro membuat cerpen indah dengan twist yang menarik. Saya lancar membacanya, membayangkan dibawa oleh Mb Wina ke Kota Kenangan dengan musim luka, cinta, dan tawa. Musimnya mengingatkan saya akan buku keroyokan pertama saya Cinta, Luka dan Tawa yang baru launching 2021 ini. Siapa mengira cerpen tahun 2014 ini ternyata bisa sampai menelurkan buku yang judulnya sama dengan nama ketiga musim di Kota Kenangan. Kebetulan yang menarik.


Bicara tentang kebetulan, rasa-rasanya petemuan nekad saya mengikuti kompilasi nulis bukanlah suatu kebetulan yang akhirnya membawa saya mengenal Mba Wina lebih jauh. Saya mulai membaca beberapa beberapa seri HIIB (Hidup Ini Indah Beib) yang ditulis dengan Mb Wina sebagai kepala suku. Mba Wina saya nilai sebagai penulis yang menguasai banyak genre, bukan hanya tulisan menye-menye percintaan, tapi juga genre thriller sampai yang lucu juga ada. Rasa-rasanya jika Mba Wina tidak diciptakan di dunia ini, maka kemungkinan besar Padmedia tidak muncul dan buku pertama saya tidak akan pernah ada yang lahir dari otak pikir Mba Wina. Ini juga yang akhirnya membulatkan saya untuk berlatih menulis dengan niatan sungguh-sungguh saat mengambil kelas menulis cerpen.  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...