Tuesday, June 6, 2023

Tip and Tricks IBCLC (Buku dan Web apa aja) (Part 5)

Hi semua, tulisan ini lagi-lagi saya buat karena banyak yang nanya apa aja yang harus dipelajari, apa dan bagaimana IBCLC itu. Ini kayak dejavu pas zaman LPDP PPDS dulu sampai gimana saya masuk PPDS Anak UGM. Banyak yang nanya dan saya gak sanggup balesin detail satu persatu jadi saya bikin tulisan. So, tulisan tentang IBCLC ini muncul karena saya merasa tuk mendapatkan semua info yang saya tulis ini, saya harus menyelam, nanya banyak senior, bayar banyak website, dan mungkin gak semua orang bisa dapat hal itu jadi tulisan ini murni tuk amal jariyah jika bisa membantu banyak orang di luar sana yang ingin mendidikasikan hidupnya untuk membantu ibu menyusui sehingga lebih banyak anak Indonesia yang sehat. 


Well, kita mulai yah. Bismillahirrahmanirrahim. 

Thursday, February 23, 2023

Mengejar Syarat IBCLC_Website ini Bisa Dipantengin (Part 4)

 


Bagaimana cara ngumpulin sertifikat yang ada jumlah jamnya jika kita terlewat acara resmi bersertifikat di Indonesia? Salah duanya bisa membuat akun di GOLDLACTATION seperti di atas dan mantengin event-eventnya. 

Salah satu contoh adalah event tahunan mereka yang menghadirkan pembicara terkait ASI dari seluruh dunia. Tahun lalu ada pembicara Indonesia yang masuk juga loh. 

IBCLC EXAM-SCHEDULE (Part3)

 Selamat sudah membaca sampai part 3, artinya sedikit lagi menuju IBCLC ya :). Part ini khusus saya buat karena kenyataannya saat mengisi hal sederhana ini pun saya mengalami kesalahan. So, supaya teman lain tidak salah maka saya buat part yang sederhana ini. 


Part ini adalah cara memboking jadwal untuk ujian. Jika sudah sampai di bagian ini, pastikan dibuka ulang email dari panitia ibclc yang masuk ke email pendaftraran. Di sana akan dikirimkan tautan link ke prometric (tempat kita mengatur jadwal). Jika pengisian kita benar, maka otomatis akan mendapat balasan LANGSUNG dari prometric. Jika tidak dapat (seperti saya di awalnya), maka artinya ada yang salah di data yang dimasukkan. 

Wednesday, February 22, 2023

How to be IBCLC (part 2)

 Tulisan ini sambungan dari pendahuluan yang pertama ya. Part ini nanti akan masuk cara bikin akun IBCLC di web resmi mereka. Sudah boleh nyicil bikin dari awal ya tuk data diri. 



Jika sudah lengkap semua persyaratan maka bisa langsung mendaftarkan diri ikut ujian IBCLC melalui akun yang sudah dibuat. 

Jadi sebelum mengisi bagian daftar ini mau tidak mau harus memperisapkan semua syarat dan sudah menghitung detail terkait jam praktek dan juga jam pelatihan laktasi. 

Di bawah contoh website pendaftaran IBCLC. Hanya digunakan jika memilih jalur pertama ya. Ada 3 jalur (bisa baca di tulisan sebelum ini

Saturday, January 21, 2023

Step by Step IBCLC #Indonesia (Part1)



Saat menuliskan ini saya masih dalam proses menuju IBCLC. Setiap stepnya mulai dari persiapan sampai dengan ujian ternyata lumayan panjang, sayang rasanya jika tidak dituliskan karena terkadang tidak mudah untuk menjelaskan satu persatu langkahnya. Mungkin sebagian mengira IBCLC ini "hanya sekadar" ujian, padahal setelah dijalani ini "benar-benar ujian". Selayaknya ujian, maka bisa lulus atau bisa tidak lulus. Jadi ada baiknya bagi yang nyasar ke blog ini dan memang lagi berniat menjadi IBCLC maka benar-benar mempersiapkan diri supaya bisa langsung lulus di percobaan pertama. 



Apa sih IBCLC
IBCLC adalah sertifikasi internasional dalam bidang laktasi.  Bukan hanya sekadar konselor ASI saja tapi karena ini sertifikasi internasional maka bisa dipakai di seluruh negara dan ilmu dasarnya sama. Akun resminya disini ya.

Thursday, December 2, 2021

Kerinduan Ibu

 Damhuri Muhammad masih menjadi salah satu cerpenis senior yang bagi saya ciri tulisannya adalah "jujur". Dia menulis dengan rasa peduli pada kejadian remeh temeh sekitarnya. Pun juga kejadian pada bangsa ini. Tulisan beratnya yang di buku Takhayul Milenial itu benar adanya. Namun, saat ini saya tidak akan sedang membahasnya.

Saya tertarik membidik tema ibu pada beberapa cerpen beliau yang acap kali diberikan pergulatan dengan anak-anaknya. Salah satunya pada Anak-anak Peluru digambarkan kerinduan ibu renta yang sudah berumur lebih dari 70 tahun menanti kehadiran kembali ketiga anaknya yang merantau. Rehan, Acin, Ruz yang pada akhirnya satu per satu mengembara dengan berbagai alasan. Tidak satu pun dari mereka kembali, seperti peluru yang tidka pernah kembali ke moncong senapan setelah ditembakkan. Apakah seorang ibu dapat menahan anaknya untuk tidak pergi merantau?

Saya ikut merasakan ketika melihat nenek saya menua, dia pasti sama dengan tokoh si ibu ini, merindu anak-anaknya yang merantau, salah satunya tentu mama saya. Berada terpisah dari anak-anak yang disayang hanya bisa berhubungan dalam doa tanpa sentuhan fisik langsung.Namun, rasa dan firasat dari seorang ibu yang membawa janinnya 9 bulan dan membesarkan serta menyekolahkan sampai jadi orang tetap akan ada. Kekhawatiran seorang ibu jelas akan selalu ada walau anaknya sudah beranak juga.

Pada akhirnya, saya masih berharap akhir cerita kali ini ada sesercah harapan pada jiwa renta ibu yang penuh penantian tersebut. Setidaknya, jikalau anak-anak pelurunya tidak kembali, minimal ada surat balasan dari mereka, sesederhana itu pikiran dan penantian ibu. 


#Batch6Padmedia

#KelasMenulisCerpen

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...